Usaha baru bermunculan dalam hitungan hari. Agar tidak terperosok ke jurang kegagalan, susunlah strategi pemasaran yang jitu, sedari awal. Sering orang mengatakan bahwa kunci sukses sebuah bisnis terletak pada strategi pemasaran yang tepat. Begitu pentingnya peran pemasaran hingga banyak perusahaan yang tidak ragu-ragu menggelontorkan dana besar untuk membiayai program pemasarannya.

Bukan hanya bisnis yang sudah eksis, usaha yang baru dirintis juga membutuhkan strategi pemasaran yang jitu agar bisa meraih keuntungan. Di sini, peran pemasaran tidak kalah penting dari kemampuan memproduksi.

Bukan tidak mungkin justru pemasaran yang menjadi jantung sebuah usaha. Seorang pebisnis tidak bisa serta merta mengklaim usahanya sudah berjalan hanya karena roda produksi sudah berputar. Konsultan Wirausaha dan Waralaba Khoerusalim Ikhlas mengingatkan, suatu usaha baru benar-benar berjalan setelah si pebisnis mampu menjual output-nya. "Pintar memproduksi, tapi tak bisa jualan sama saja malapetaka," ujar dia.

Khoerusalim menilai, akan lebih baik jika yang terjadi adalah situasi sebaliknya, yaitu tidak bisa memproduksi tetapi bisa berjualan. Dalam situasi semacam itu, si pengusaha masih bisa mengantongi margin dengan menjual produk yang dihasilkan orang lain.

Bagi perusahaan dengan skala besar, tentu mereka bisa merekrut tenaga pemasar yang ahli. Namun bagi para pengusaha pemula, akan lebih baik jika mampu memproduksi sekaligus menjual sendiri.

Ada juga wirausaha pemula dituntut memiliki kemampuan menjual karena keterbatasan modal. Dana yang pas-pasan di tahap awal sebaiknya dialokasikan untuk keperluan yang tak tergantikan, seperti membeli peralatan dan bahan baku atau menyewa tempat produksi.

Jika si pengusaha hijau itu tak sigap menguasai ilmu pemasaran bukan tak mungkin ia akan mengalami kekacauan arus kas, seperti yang dituturkan pendiri sekaligus Presiden Potentia Institute, Sugeng Santoso. Skenario tidak sedap itu terjadi karena "Banyak modal yang sudah dikeluarkan, tetapi tidak ada uang yang mengalir masuk," kata Sugeng.

Untuk menghindari jurang arus kas, tak ada jalan selain mengimbangi pengeluaran yang besar dengan kinerja penjualan yang baik. Dengan begitu, arus kas bisa tetap terjaga dan bisnis bisa berjalan. Jelas, peran pemasaran sangat krusial.

Sayangnya, menurut Sugeng, kerap seseorang yang akan memulai usaha belum apa-apa sudah bingung memikirkan banyaknya orang yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan pemasaran. Dia menegaskan, di tahap awal yang penting adalah melakukan kegiatan penjualan dengan memanfaatkan sumber daya manusia yang tersedia. Baru di tahap selanjutnya, pebisnis bisa mengetahui apakah ia perlu menambah karyawan di bagian penjualan, atau tidak.

Bagi sebuah usaha baru, persoalan biaya juga kerap menjadi kendala bagi kegiatan pemasaran. Namun kendala ini seharusnya tidak perlu mengecilkan minat Anda. Dengan modal yang cekak sekalipun, masih banyak cara yang bisa Anda tempuh untuk memaksimalkan kegiatan pemasaran.

Handito Joewono, pendiri Biro Konsultan Strategi Pemasaran Arrbey, menyarankan, para wajah baru di dunia usaha seharusnya bisa memanfaatkan apapun sumber daya yang dimilikinya untuk mendukung kegiatan pemasaran. "Kekurangan harus ditutup dengan kerja keras dari si pemilik usaha," tutur Handito.

Dia menambahkan, di tahap awal seorang wirausahawan baru sebaiknya terjun langsung untuk membantu memasarkan dan menjual produknya. Itu sebabnya, Handito menilai, pebisnis harus memiliki jiwa marketer dan sales yang baik.

Hal itu juga bisa mengatasi kekhawatiran yang kerap dialami oleh pemilik usaha. Dengan konsep pemasaran yang ideal, mereka kerap kesulitan mencari calon karyawan yang sesuai dengan keinginan. Jika menemukan orang yang tepat, maka gaji yang harus dikeluarkan terlalu besar, dan di atas anggaran. Dengan menjalankannya sendiri, strategi pemasaran bisa tetap berjalan. Turun langsung ke urusan pemasaran bisa dilakukan si pebisnis sembari mendidik karyawan. Lambat laun akan terjadi transfer kemampuan memasarkan dan menjual sang pemilik usaha kepada para karyawannya.


TETAPKAN SASARAN

Mendirikan usaha baru memang menarik dan penuh dengan tantangan. Tapi harap berhati-hati dalam menentukan step by step mendirikan usaha yang akan Anda jalani. Karena bukan hanya berpotensi meraih untung besar, Anda juga harus siap menanggung risiko merugi yang sama besar. Dalam hal ini, strategi pemasaran juga harus disusun dari awal saat Anda mendirikan usaha.

Pemasaran, menurut Handito, merupakan suatu proses untuk memahami ekspektasi konsumen. Pemahaman itu kemudian diterjemahkan dalam proses pengembangan produk serta pengenalan produk tersebut ke pasar.

Untuk meracik strategi pemasaran yang pas, Anda bisa memanfaatkan ide sendiri yang tidak terbatas. "Atau bisa juga memanfaatkan gagasan yang bersumber dari eksplorasi harapan dan kemauan konsumen," kata Handito.

Strategi pemasaran juga bisa bersumber dari kompetitor. Terinspirasi atau meniru strategi pemasaran yang diterapkan oleh kompetitor bukan hal yang haram. Asalkan, Anda jangan cuma latah, alias habis-habisan menjiplak kompetitor, tetapi juga melakukan inovasi.

Sikap yang tidak memedulikan strategi pemasaran kompetitor justru bisa merugikan. Bukan tidak mungkin kegiatan pemasaran Anda akan jalan di tempat, tertinggal dari pesaing.

Handito memaparkan strategi pemasaran yang umum dalam lima arah berpikir strategis pemasaran, atau istilah kerennya the five arrows of marketing.

Pertama, memahami kompetisi. Dalam mengelola suatu usaha, tahap memahami kompetisi bisa dijalani dengan banyak cara, seperti melakukan riset, survei, ataupun eksperimen. Memahami kompetisi sangat penting bagi pebisnis untuk menentukan program pemasaran yang akan dilakukan.

Kedua, menetapkan sasaran. Ketika informasi yang dibutuhkan sudah terkumpul, maka langkah berikut adalah mengambil kesimpulan dan keputusan. Beberapa hal yang harus disusun di antaranya adalah perumusan sasaran yang hendak dicapai serta penetapan strategi pencapaian unit bisnis.

Ketiga, menetapkan strategi pemasaran. Strategi pemasaran dirancang untuk menjadi referensi pelaksanaan kegiatan pemasaran.

Keempat, membuat program pemasaran. Program pemasaran bisa dilakukan dalam berbagai cara, termasuk memasang iklan, spanduk, ataupun membagikan brosur.

Kelima, evaluasi. Setelah mengeksekusi berbagai rencana pemasaran, tentu harus ada evaluasi. Tujuannya, untuk perbaikan serta mengoptimalkan kerja tim pemasaran.

Agar kegiatan pemasaran berjalan sukses, menurut Khoerusalim, perlu strategi yang sesuai dengan produk yang akan dijual. Ambil contoh kegiatan pemasaran consumer goods bisa dilakukan secara masif, dengan menjual di toko-toko atau tempat belanja lainnya. "Tapi ada juga produk yang hanya bisa dijual secara langsung atau direct selling," tutur Khoerusalim.

Produk unik yang penjualannya harus dilakukan secara langsung misalnya produk suplemen makanan dengan manfaat khusus. Untuk produk semacam itu, penjual harus memberi penjelasan manfaat produk secara mendetail dan langsung ke konsumen. Itu sebabnya, produk suplemen biasanya dipasarkan melalui sistem multi level marketing (MLM).

Untuk menjalankan strategi pemasaran, Anda juga harus melakukan penguatan manajemen atau sumber daya manusia (SDM). Tujuannya, untuk membangun tim pemasaran yang solid. Kebanyakan pengusaha baru, menurut Khoerusalim, enggan berinvestasi untuk mengembangkan SDM, seperti menggelar pelatihan atau pendidikan. Padahal SDM yang mendapat cukup pelatihan, akan mencetak tingkat keberhasilan yang lebih baik. "SDM dengan kualitas yang rendah juga membuat usaha rentan mati," imbuh Khoerusalim.


MENGUASAI PASAR

Strategi pemasaran tidak harus menelan biaya yang besar. Jika dana yang disediakan untuk kegiatan pemasaran terbatas, berarti Anda harus lebih kreatif lagi dalam meracik program pemasaran.

Sugeng menyodorkan beberapa contoh program pemasaran yang bisa dilakukan dengan dana yang terbatas. Satu di antaranya adalah menggandeng bisnis lain yang sudah eksis, memiliki market yang sama, tapi bukan pesaing.

Sebagai contoh untuk memasarkan kue, kita tidak harus mengeluarkan biaya untuk beriklan. Kita bisa bekerja sama dengan bisnis katering yang besar, tapi tidak memiliki produk makanan kecil. Dalam kerja sama itu, pengusaha katering akan menggunakan produk Anda dan mendapatkan pembagian keuntungan. "Cara ini bisa mendongkrak penjualan dengan cepat," tutur Sugeng.

Program lain yang juga bisa dilakukan adalah menggandeng pusat perbelanjaan atau mal. Caranya, Anda memberikan kupon diskon atau gratis makanan kecil ke pembeli di mal dengan minimal jumlah tertentu. Kerja sama itu saling menguntungkan. Pengelola mal bisa memberikan nilai tambah bagi pelanggannya. Sedang Anda bisa melakukan promosi yang murah meriah pada konsumen yang ditarget.

Kerja sama yang menyiasati biaya, bahkan bisa Anda lakukan dengan media. Tentu, bukan melalui pemasangan iklan atau advertorial yang berbiaya mahal, tetapi dengan menggelar even unik. Syarat mutlaknya adalah even itu harus unik. Maklum, jika tidak unik, media tidak mau meliput.

Satu contoh kegiatan yang unik adalah menggelar lomba melukis bagi tunanetra. Pasti, banyak media akan tertarik meliput acara itu. Otomatis, usaha Anda sebagai penyelenggara acara unik itu, mendapatkan publikasi gratis.

Mengawali sebuah usaha tidak mudah. Jadi program pemasaran yang dilakukan pun bisa jadi tidak langsung berjalan mulus. Seorang pengusaha baru harus bersabar dan terus melakukan inovasi. Dalam hal ini, mental yang kuat memang sangat dibutuhkan.

Handito mengatakan agar tak mudah putus asa ketika menghadapi permasalahan dalam bisnis yang baru dijalani. Ia menambahkan, dari awal pengusaha harus memiliki mimpi yang besar. "Motivasi dan keinginan yang kuat bisa menjadi benteng pertahanan seseorang agar tak mudah menyerah," kata Handito.

Untuk menjaga semangat, Khoerusalim ikut memberikan saran. Menurut dia, seseorang yang mengawali usaha baru tidak bisa berjalan langsung sendirian. Dia membutuhkan tempat untuk bertanya dan melakukan konsultasi, jika terjadi masalah dalam bisnisnya.

Namun rekan diskusi seharusnya orang yang lebih berpengalaman, atau setidaknya, sesama pebisnis. "Saya sarankan untuk bergabung ke komunitas bisnis untuk menjaga semangat," kata Khoerusalim.

Jika strategi pemasarannya tepat, hasil akhirnya akan berwujud peningkatan penjualan dan bisnis akan terus memberikan keuntungan. Di tahap berikut, strategi pemasaran harus dikembangkan lagi dengan melebarkan sayap bisnis.

Pengembangan bisnis sebaiknya juga disiapkan dari awal. Ada beberapa pilihan yang bisa ditempuh untuk mengembangkan bisnis, seperti memperluas tempat usaha atau membuka cabang baru. Jika bersedia bekerja sama, Anda juga bisa berekspansi dengan menawarkan franchise.

Sumber: kontan.co.id


Peluang usaha budidaya jeruk purut ternyata dapat menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan. Namun, fenomena ini tak dibaca dengan baik oleh kebanyakan orang. “Dalam negeri saja, kita masih kesulitan mencari jeruk purut. Padahal permintaan tak hanya datang dari dalam negeri. Terlebih, untuk perusahaan yang bahan produksinya berbahan dasar jeruk purut,”


Di Thailand, jeruk purut merupakan komoditas penting, dan sudah dibudidayakan secara massal dalam skala komersial. Meskipun daun dan kulit buah jeruk purut bisa digunakan sebagai bumbu dalam keadaan kering, para juru masak di Thailand, cenderung menyukai daun dan kulit buah yang masih segar. Karenanya, komoditas daun jeruk purut diperlukan dalam keadaan segar, setiap hari, namun dalam volume yang terbatas. Dalam kemasan dan ruang penyimpanan yang baik, daun jeruk purut bisa bertahan selama sekitar satu minggu. Sementara buah dalam keadaan utuh, bisa bertahan untuk jangka waktu sekitar dua minggu.

Analisis Peluang Usaha Budidaya Jeruk Purut

Dengan luas 1 Ha, setiap tahun minimal panen 10 ton daun jeruk purut. Panen dilakukan tiap 6 bulan sekali. Harga daun jeruk purut Rp 17.000,-/kg dan batangnya pun dihargai Rp 1.000,-/kg untuk disuling. Sedangkan untuk buah dihargai Rp 10.000,-/kg. Sehingga kita bisa menjual daun, buah dan batangnya. Dengan biaya produksi Rp 30 juta per tahun dan penjualan Rp 170 Juta per tahun, kita mampu meraup keuntungan bersih Rp 140 juta belum ditambah penjualan dari batang untuk minyak atsiri. 

Proses Tanam Jeruk Purut

Sebagai persyaratan benih bibit jeruk purut yang baik dan direkomendasikan ditanam berasal dari perbanyakan vegetatif, yaitu berupa penyambungan tunas pucuk (grafting). Sebelum menanam bibit jeruk purut, sebaiknya perhatikan luas halaman. Hitung pula, berapa pohon yang akan ditanam, sebaiknya jarak tanamnya diatur sekitar 1,5 x 1,5 meter. Berikutnya adalah membuat lubang tanam. Buat lubang berbentuk segi empat berukuran 75 x 75 cm. Galilah tanah sedalam 30 cm. Tanah hasil galian ini (disebut tanah atas) diletakkan di sebelah kiri. Kemudian, perdalam lubang itu menjadi 60 cm. Tanah galian yang ini (tanah bawah) ditaruh di sebelah kanan. Ambil pupuk kandang, 30 kg dan 250 gram NPK per pohon, lalu bagi dua. Masing-masing ditaburkan pada tanah galian tadi. Setelah itu, biarkan lubang tanam dalam waktu 2 minggu. Maksudnya, di samping untuk memasukkan sinar matahari, juga untuk mengeluarkan gas-gas beracun dari dalam tanah. Setelah dua minggu, masukkan tanah bawah (sebelah kanan) lebih dahulu ke dalam lubang tanam, disusul tanah atas (sebelah kiri).

Siapkan bibit jeruk purut dalam polybag. Lalu, gali tempat penanaman seukuran daun cangkul. Sebelum bibit dikeluarkan, sebaiknya disiram hingga cukup basah. Setelah itu, keluarkan bibit. Hati-hati, jangan sampai akarnya rusak. Masukkan tepat di tengah-tengah lubang tanam dengan posisi tegak, lalu padatkan tanah di sekitar pangkal batang bibit. Siram sampai basah. Sebaiknya, pasanglah bilah bambu atau kayu penyangga di sisi kiri dan kanan batang bibit tersebut.

Perawatan Dasar Jeruk Purut

Dalam proses budidaya jeruk purut, pada dasarnya tak banyak perbedaan dengan perlakuan jeruk pada umumnya. Penerapan beberapa treatment yang dapat dilakukan, diantaranya adalah:

1. Pemangkasan Cabang Jeruk Purut ada 2 jenis: pertama: pemangkasan dasar, merupakan pemangkasan yang dilakukan setelah tinggi tanaman telah melebihi 60 cm. Ini dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan percabangan dan bentuk pohon yang lebih baik, agar selanjutnya dapat berproduksi optimal dan memudahkan perawatan kebun. Pemotongan batang utama, pemeliharaan tunas, kemudian pemilihan dan pemeliharaan cabang utama merupakan tahapan pemangkasan dasar, kedua; pangkas pemeliharaan, dilakukan bersamaan atau setelah panen. Tujuannya, untuk menjaga kesehatan, kestabilan produksi dan kualitas buah, serta untuk peremajaan dan pembentukan profil pohon.
2.  Penjarangan Buah Jeruk Purut. Penjarangan pada pohon yang mempunyai buah lebat bertujuan untuk memperbaiki kualitas buah dan kestabilan pada musim panen berikutnya. Artinya, waktu yang ideal untuk proses penjarangan dilakukan pada saat diameter buah mencapai 1-2 cm.

Analisis Biaya Produksi Budidaya Jeruk Purut
  • Sewa lahan 15 tahun               @ Rp 1.000.000  Rp 15.000.000
  • Bibit 400 tanaman                   @ Rp 5.000         Rp 2.000.000
  • Pupuk Kandang 67 m2           @ Rp 15.000      Rp 1.005.000
  • Pupuk NPK Pelangi 100 kg    @ Rp 5.000        Rp 500.000
  • Pupuk Phonska                      @ Rp 5.000        Rp 325.000
  • Pupuk Daun 3 liter                  @ Rp 54.000       Rp 162.000
  • Obat dan Pestisida                                          Rp 3.000.000
  • Peralatan Rp 500.000 (+)
Jumlah Total Produksi                                         Rp 21.382.000

Peluang Usaha Bidang Pendidikan

Di tahun 2013 ini peluang usaha masih terbuka lebar apalagi yang berhubungan dengan dunia pendidikan. Peluang usaha turunan dalam dunia pendidikan tak pernah surut untuk di geluti sebagai ladang bisnis. Terlebih usaha yang akan anda kembangkan sejenis alat tulis kantor (ATK). Karena hal itulah anda harus jeli melihat kondisi saat ini REFILL WHITEBOARD MARKER semakin banyak digunakan bahkan hampir semua lembaga pendidikan di negeri ini telah menggunakan REFILL -REFILL WHITEBOARD MARKER. Mengingat dunia pendidikan saat ini mulai terjadi pergeseran penggunaan dari kapur tulis sebagai sarana untuk menulis di papan tulis beralih dengan spidol whiteboard khususnya di Indonesia. Pergeseran tersebut membawa biaya konsekuensi operasional yang tinggi karena mahalnya harga produk tersebut yang kebanyakan merek import atau lisensi dan masih sedikit yang mengeluarkan tinta refillnya. Maka kami telah memberikan solusi dengan produk berkualitas, mudah penggunaannya, aman bagi kesehatan pemakainya dan harga terjangkau dapat menghemat biaya untuk menulis.

Bagaimana Aspek Pasar dan Pemasarannya?

Usaha produksi ATK khususnya REFILL WHITEBOARD MARKER sudah ada, akan tetapi kualitas dan mutu masih belum sesuai dengan standard yang di inginkan konsumen. Maka dari itu konsumen cenderung lebih memilih menggunakan produk import yang harganya relatif lebih tinggi.Untuk mengatasi hal itu kita berusaha membuat terobosan baru dan menciptakan produk lokal, kualitas internasional dengan segmen harga di bawah produk import (snowman). Adapun sasaran yang akan Anda bidik adalah Lembaga pendidikan tingkat TK, SD, SMP, SMA, Perguruan Tinggi, Instansi Pemerintah, dan masyarakat umum.Untuk itu Anda harus memiliki berbagai teknis diantaranya :

1.Strategi Pemasaran

Adapun strategi pemasaran yang akan di terapkan adalah dengan beberapa cara, diantaranya meliputi pembentukan distributor di tiap-tiap daerah atau agen-agen,dan juga bisa dengan penyebaran sales-sales untuk mensuplay kebutuhan di daerahnya di seluruh wilayah Indonesia.

2.Rencana Pendistribusian Disertai Data-data Lengkap

Dalam hal ini upaya upaya pendistribusian yang telah kami terapkan cukup bagus dengan beberapa progam yang sudah berjalan. Akan tetapi untuk pemasaran lebih maksimal lagi kami memerlukan sarana dan prasarana yang lebih mendukung. Adapun sarana dan prasarana yang Anda perlukan akan  kami dijelaskan di bab anggaran modal dan profit.

3.Market Share dan Peluang yang Anda Miliki

Adapun peluang dan market share yang di miliki adalah meliputi seluruh wilayah Indonesia dan terlampir daftar - daftar sekolah yang akan menjadi sasaran utama dari pemasaran secara detail. Perlu di ketahui bahwa jumlah sekolah yang ada di Indonesia berdasarkan data tahun 2008-2011 mencapai sekitar 200 ribu sekolah. Jika 10% saja kita menguasai pasar tersebut, maka omset yang akan di dapat perusahaan bisa mencapai ratusan juta sampai milyaran dalam satu bulannya. Hal ini akan dijelaskan pada anggaran modal dan profit.

 
Berapa Anggaran yang dibutuhkan?



Akumulasi Perhitungan Penjualan Produk 100 ml 

1. Jika 5 marketing dalam 1 bulan duplikasi 2 orang sales saja, maka jangka 1 tahun terbentuk 180 sales

2. Jika 1 orang sales suplai 3 sekolah dalam 1 hari maka dalam 1 tahun 180 sales bisa suplai 540 sekolah/hari x 24hari = 12960 sekolah/bulan.Dan selama 1 tahun total seluruh sekolah yang tercover beli sebanyak 84.240 sekolah

3. Jika 1 sekolah hanya beli 2 pak refiil 100 ml/bulan, maka jumlah refill 100 ml yg di butuhkan 12960 x 2 = 25920 pak refill 100ml / bulan.

4. Maka omset pemasaran 25920 pak refill 100ml x Rp 90.000 = Rp 2.332.800.000,- ( dua milyar tiga ratus tiga puluh dua juta delapan ratus ribu rupiah), per bulan 

Itulah sedikit gambaran peluang usaha Refill Whiteboard Maker di Tahun 2013 yang masih terbuka lebar untuk digeluti sebagai lahan bisnis, karena keterbatasan waktu  untuk Anda yang berminat mendapatkan proposal usahanya, strategi pemasaran yang efektif, pembahasan anggaran modal yang terperinci, dan form penawaran kerjasama ke sekolah-sekolah silahkan hubungi kami pada bagian contact di atas.